Dove Sisterhood Yogyakarta: Ulik Definisi Cantik

Leave a Comment
Hari Minggu biasanya diisi dengan kegiatan apa, sih? Malas-malasan di rumah? Bersih-bersih rumah? Jalan-jalan ke mall bareng keluarga, teman or pacar? Atau nonton film kesukaan di bioskop? Tahu nggak, kalau Minggu, 5 Mei 2013 kemarin ada acara seru? Namanya Sisterhood. Beruntung banget, loh, Yogyakarta menjadi salah satu kota yang dikunjungi oleh tim Dove dan Cosmopolitan sehingga perempuan Yogyakarta bisa menimba ilmu dari para nara sumber yang inspiratif sekaligus seru-seruan bareng.

Sisterhood Dove-Cosmopolitan mengajak para peserta mengikuti talk show inspiratif dan hair show bersama hair expert. Tidak hanya 2 acara itu saja, peserta yang kebanyakan perempuan smart and gaul dari berbagai tingkatan usia dan latar belakang ini juga diberi kesempatan untuk cek rambut gratis… tis…tis… terus photo booth sepuas-puasnya… senarsis-narsisnya… seheboh-hebohnya untuk kemudian diupload ke socmed dan diikutkan photo booth contest. Tersedia hadiah bagi yang beruntung.

STREET FOOD: KISAH KULINER JALANAN

2 comments


Interaksi yang terjalin 

Siapa, sih, yang nggak suka jajan di pinggir jalan? Menikmati makanan murah meriah sambil duduk-duduk santai, ngobrol ngalor-ngidul dengan penampilan yang jauh dari kata jaim alias jaga image: celana pendek, T-shirt, plus sandal jepit. Ya, street food tidak pernah menuntut penampilan necis tiap individu tatkala berinteraksi dengannya. Mau tampil rapi, ayo. Mau acak-acakan, mangga. Yang penting, chemistry terbangun lewat suapan makanan.

Budaya makanan pinggir jalan tersebar di berbagai negara di dunia. Masing-masing negara mengusung makanan yang berciri khas setempat. Tengoklah jajanan kaki lima di Korea Selatan, Jepang, China, Turki, Maroko, Prancis, Thailand, maupun Singapura. Mereka membangun kerajaan kuliner yang menjanjikan kenyam-nyaman bagi siapa pun.



Aneka Pilihan Street Food
Sumber: http://www.femina.co.id/support/image.others/01/1252/imageBlog

Nggak usah jauh-jauh ke negeri seberang, kita dapat menemukan street food di Yogyakarta. “Kota Gudeg” ini mengoleksi makanan pinggir jalan yang bervariasi. Mulai makanan klasik, peranakan hingga kreasi baru yang dibuat guna meramaikan jagad kuliner jalanan. Merangsek memengaruhi lidah masa kini dan bersanding dengan jajanan lawas yang telah memiliki penikmat setia. 

Mengayun Langkah Bersamamu

2 comments
Dilahirkan sebagai seorang perempuan membuat saya merasa amat sangat beruntung karena bisa merasakan pengalaman mengeksplorasi aneka woman footwear. Jenis yang bervariasi mulai dari kitten heels, moccasin, peep toe, platform, pump, sling back, stiletto, wedges, oxford, mary jane, ballerina, sneaker, hingga boot ditambah model yang terus berkembang turut membuka kesempatan sekaligus memancing kreativitas si pemakai.


“I Love being a Woman. I Like Dressing up; I Love Buying Shoes.”
Carly Fiorina
Pengalaman hunting footwear seringkali meninggalkan kesan sensasional dan menantang. Untuk menemukan sepasang sepatu yang enak dipakai misalnya, perlu extra time untuk ngubek-ubek toko sepatu, dari yang berlokasi di pinggir jalan sampai gerai di mall. Untuk ritual yang satu ini, saya memilih untuk hunting sendiri tanpa mengajak siapa pun. Alasannya? Biar nggak diganggu orang-orang yang justru bikin mood saya turun ke level paling dasar.

Love Letter to You, Called: Boyfriend?

Leave a Comment
Belum juga bertanya, aku telah menemukan jawab atas pertanyaan tersebut. Gimana sih rasanya kangen sama seseorang yang jauhhhh di luar sana, yang nggak jelas statusnya, CINTA MATI #catet itu! BUT yang dikangenin nggak ngerasa sama sekali, hanya menganggap kita kawannya yang baik banget, punya pundak gratis yang siap dibagi kapan pun (24/7 kalee), dan siap jadi tong sampah tempat memuntahkan segala rupa uneg-uneg yang mungkin kita pun eneg dengernya lantaran re-play mulu #misuh-misuh. Risiko, dah!

Kali ini, yang namanya kangen yang membuncah, terjadi padaku. Aku yang biasanya bisa menguasai perasaan hatiku lama-lama dibikin nyesek juga. Pengin teriak tapi takut disangka orang gila. Pengen ngaku, ngaku sama siapa? Pengin bilang cinta? Kok sasaran tembaknya masih abu-abu gitu. Well, jadilah saya seorang yang galau memendam rindu. Oh, nikmatnya dunia!

Aku pun merasakan apa yang dirasakan sama tetangga, yang berdasar status Facebooknya, dia galau, kangen berat sama yayangnya (oops, ketahuan keponya) sampai sakit (nggak tahu juga sih sebenernya, sakitnya karena memendam rindu atau karena faktor lain hehehe). Tapi, paling nggak, aku bisa menyimpulkan: “Oh, begini, ya, rasanya ngampet kangen.” Yaa, begitulah, pada akhirnya, manusia yang satu ini mencapai batas kekuatannya menahan rindu. Untunglah, side effectnya nggak sampai segitunya. Karena aku bertemankan logika!

12-5

Leave a Comment
"What Keeps Me Going is Goals"
Muhammad Ali
Takkusangka peristiwa hari ini menyeruak begitu saja, menyesak lintasan kehidupan yang dibangun nyaris 3 dasawarsa. Kaget. Mengapa aku bisa melakukannya. Kejadian yang dulu, saat ‘ku kecil, beranjak remaja, bahkan mula pertama bersalin sebagai seorang dewasa tak pernah terpikir sedikit pun. Dan, hari ini, pena sejarah menggores keras pada kertas hidupku. Dengan mangsi hitam nan pekat. Menyurat kisah yang bagi orang lain mungkin biasa tapi bagiku luar biasa. Hidup yang sebelumnya berjalan mulus, perlahan berubah seiring berputarnya roda kehidupan. Membuatku yang tiada berbekal berpikir sekreatif mungkin guna bisa bertahan. Demi cita-cita ‘kan menjelma. Hasilnya adalah: 12-5

Semalam. Bukan malam yang menyenangkan. Bukan pula hal yang bersifat tiba-tiba jika aku berencana di tengah kekalutan yang mendera. Ya, UANG, membuat seorang aku berpikir sampai ke titik ini. Merombengkan lembar-demi-lembar pakaian yang telah menutupi tubuhku demi sebuah kehormatan dan pemenuhan asas kemanusiaan. Pakaian yang telah melengkapi penampilanku hingga layak berkelana di dunia luar.

Haru dan Aku: Haru Haru

Leave a Comment
Suatu hari, ketika membuka akun Twitter, di kotak who to follow, ada Twitter @penerbitharu. Oh, ada, ya, Penerbit Haru? Belum pernah dengar nama penerbit yang namanya berbau kosakata Bahasa Jepang atau Korea ini. Penasaran, kepolah saya: follow akun Twitter, nge-add akun Facebook, mengunjungi website serta blog Haru untuk berburu informasi. Eh, ternyata saya pernah membaca salah satu buku terbitan Haru yakni “SeoulVivor” karya Lia Indra Andriana & Tatz dan ada satu buku yang masuk ke dalam catatan buku yang bakal dibeli: “4 Ways to Get a Wife” karya Hyun Go Wun. “SeoulVivor”, buku pertama yang kubaca, menjadi awal mula terjalinnya interaksi antara Haru dan aku. Yang berawal dari ketidaktahuan.

"SeoulVivor", Buku Pertamaku








“SeoulVivor” yang berkisah tentang jalan-jalan seru ala 2 K-popers (jika ditambah Meli jadi 3 orang) ini betul-betul bikin mupeng. Bagaimana tidak, Lia Indra Andriana & Tatz menulis berdasar pengalaman yang dikecap sendiri, bukan sekedar mengumpulkan materi dari berbagai sumber. Ditambah foto-foto hasil jepretan on the spot yang membuatku makin kepengin menginjakkan kaki di Korea Selatan sesegera mungkin untuk merasakan sensasi berkelana di negara yang masih menjunjung tinggi budaya tradisionalnya di tengah gencarnya arus modernisasi.

Mama, Ijinkan Aku Menjadi Tulang Rusuk Anakmu

Leave a Comment
Ungkapan hati seorang perempuan kepada calon ibu mertua di manapun ia berada.
Ma, ini aku, calon anak menantu yang mungkin kehadiranku telah kau tunggu
atau malah engkau berharap waktu jangan terlampau cepat mempertemukanku dengan putramu
Yang bakal mengganggu kemesraan kalian berdua
Saat deret kata ini kutulis, belum aku mengenalmu
Namun, entah mengapa aku merasa engkau bukanlah seorang yang asing
Dalam keyakinanku, engkau seorang ibu yang baik dan penuh kasih sayang
Tidak hanya bagi putramu juga bagiku kelak
“Mama”, begitu kuingin memanggilmu. Panggilan penuh kasih nan tulus yang akan terus meluncur ikhlas dari bibirku sejak pertama kita dipertemukan oleh waktu

Sebelum Kau Pulang

Leave a Comment
Eh, tiba-tiba kangen sama kamu. Bagaimana bisa?
Laksana pengantin piningit, terpisah berapa waktu lagikah kita?
Kita? Kamu atau Aku (saja)? Bukankah tidak pernah ada kita di sini. Pasti lupa.
Selalu sendiri, bukan? [enggan menjawab]

Senja kali ini begitu temaram. Tiada gelora warna membara cuatkan suka dan ci(N)ta
Inikah pertanda cinta telah mengusang? Sejurus waktu menghantam angan, tiada kunjung menyata. Kubiarkan ingatanmu bertengger di pacak budi.

Berapa musim lagi harus patuh pada penantian? Menyesap sendu dalam hening malam
Memutar lagu yang sama, yang katanya soundtrack hubungan kita [BOSAN]

Jelang tahun ketiga: sudahi saja permainan ini (titik)

Expired date: September 2013

(11 Februari 2013-Refleksi Valentine)



Bank Mandiri: One Stop Banking

3 comments
Kompleksnya urusan hidup acapkali bikin pusing, terutama jika menyangkut masalah finansial. Bagaimana tidak, “ramainya” tetek-bengek kebutuhan bulanan, tahunan, biaya pendidikan anak, asuransi, investasi, pembelian properti, pembelian kendaraan, wisata, dana pensiun, serta sederet urusan finansial lainnya membuat kerutan di wajah beranak-pinak. Penginnya sih, hal-hal yang berkaitan dengan keuangan teratasi dengan mudah demi kondisi finansial yang sehat dan terarah. Betul nggak?
http://www.bankmandiri.co.id/images/2009/landing/landing_consumerbanking.jpg
Menjamurnya lembaga keuangan yang siap memfasilitasi dan mewujudkan harapan Anda melahirkan beragam instrumen keuangan. Produk yang menarik, luwes, bahkan dicover asuransi ditawarkan begitu gencar melalui berbagai media, membuat Anda dihadapkan dengan berbagai macam pilihan.

KISAH SEBUAH BANGKU TAMAN

2 comments
Aku memimpikan duduk di sebuah bangku taman yang penuh guguran daun berwarna orange semu merah. Mendiamkan tubuh ini tersirami lembar demi lembar daun berjatuhan tanpa kuminta dan kupilih yang mana. Remah-remah dedaunan teremas kuat jatuh menyisa di ujung kaki berselimut sepatu boot dari kulit lembu. Aroma kayu selepas hujan kuat menyeruak di antara. Hidup. Damai.

Bangku taman yang usang–mungkin berusia belasan tahun, puluhan tahun atau malah sepantaran denganku–diam di hadapan. Melajukan rayuan: siapkan kita bercumbu hari ini? Ah, siapa yang bakal menolak. Kau begitu menyenangkan. Begitu mengenyangkan. Berbagi kisah denganmu tanpa usah menafikan kerut di dahi atau menyetarakan diri. Beruntungnya aku.

JEJAK SI GENDHIS: WISATA HISTORI PABRIK GULA PTPN X *)

1 comment

JEJAK SI GENDHIS: 

WISATA HISTORI PABRIK GULA PTPN X *) 


RIWAYAT GENDHIS 

Perkebunan tebu dan gula Nusantara telah membentuk lintasan sejarah panjang sejak zaman kolonial, setelah era VOC berakhir dan sistem tanam paksa (cultuurstelsel) mulai diterapkan. Perkebunan tebu tumbuh subur demi menyokong kas negara kolonial. Perkebunan tebu dan pabrik gula menjadi motor perekonomian Hindia Belanda, terutama di Pulau Jawa (Poesponegoro, 2008:184). Pulau Jawa dipilih sebagai tempat penanaman sekaligus sentra industri sebab kondisi alamnya cocok bagi tanaman tebu yang kelak mempengaruhi hasil rendemen. Tahun 1840-an jalur perkebunan tebu di Pulau Jawa terbentang mulai dari pesisir utara Cirebon sampai Semarang, selatan Gunung Muria sampai Juwana, daerah kerajaan (vorstenlanden), Madiun, Kediri, Besuki, sepanjang Probolinggo sampai Malang melalui Pasuruan, barat daya Surabaya sampai Jombang. Berkembangnya penanaman tebu mendorong berdirinya industri gula di Pulau Jawa.
http://www.ptpn10.com


Say Hi!

Leave a Comment
Yup, for the first time I try to create some words in it. This small home, honestly, is my first home. I never have even one before. I always dreamed about, actually, for years but I don't know it's only on imagination. For sooo long :) Until I got moment while pushing myself: "I must have one". I said. And, tarrraaa! Here my own home has come which built is on January 1, 2013 sharp!

Yet not arrange, still messy, like generaly new home. The materials to be still in progress because I have expectation that this blog wouldn't be a tuppenny blog :) That's why, at this time, I only want to Say Hi! with my nice face-big smile first before publishing the next.

End of the word, please be patient waiting the grand launching for. Hopefully, I can share every single knowledge I have to all of you and you guys please could put some comments on. See You!

Warm regards,
Ratri