Surat Sahabat

Leave a Comment
Sahabat,
  
kita sama-sama tahu bila persahabatan ini tak terjalin mulus adanya. Ketika satu demi satu dari kita menjauh perlahan, bukan lantaran pertikaian, melainkan demi asa yang kuat tergenggam di angan. Maklum pun menjadi jawabnya.

Jangan ditanya kesedihanku...


Aku tak bisa meminta kalian berhenti demi terus menemaniku di sini, bersama di tempat biasa kita bersua. Yang bisa kulakukan hanyalah… tetap berdiri tegak, memandang wajah-wajah muda itu berganti punggung. Hingga sampailah waktu menenggelamkan kalian dari hadapku.

 
Kukirim semangat, kubentangkan keyakinan, kukibarkan harapan bahwa esok hari kita masih bisa bertemu kembali. Bersama: tertawa riang, bercanda ceria, saling melempar gurau, pamer cita yang tlah berganti nyata dengan penuh rasa bangga menyeruak di antara.
 

Sahabatku sayang, sebentuk cinta kuterbangkan ke mana pun kalian berada. Kuharap, dalam ketidaksempurnaan diriku, kalian masih menyimpan sosokku di dasar laut hatimu, mengingat namaku di kedalaman pikirmu.
 
Tetaplah menjadi diri kalian masing-masing seutuhnya. Jangan pernah berpikir menjadi yang lain demi obsesi semu. Lantangkan mimpimu hingga langit lapis ke tujuh! Rengkuh erat! Nyatakan! Jangan pernah langkahmu terhenti barang sesaat.
 

Suatu hari nanti, kalian pasti akan kembali... 
Rentangan kedua tanganku dan pijar senyumku ‘kan menyambut kalian ‘pabila pulang…

Xoxo,
Ratri



 That's What Friends are for by Dionne Warwick
Video: Pinjam dari Sini

0 komentar:

Posting Komentar