Si Duet Cling

10 comments
Senang berkegiatan di luar rumah membuat saya kerap bepergian. Jangan samakan hidup saya dengan pekerja formal kantoran yang memiliki jam kerja 8-5 ya. Meskipun demikian, selama ini saya senang-senang saja melakoninya. Bagaimana tidak senang, jika di setiap kegiatan luar rumah saya selalu bertemu dengan orang-orang baru dan mendapat ilmu. Tapi, tahukah Anda, selain bertemu orang-orang baru dan dapat ilmu, saya pun mendapat debu! Aih!

Tahu sendiri, kan, kondisi jalanan akhir-akhir ini. Banyak debu beterbangan yang berasal dari asap knalpot kendaraan,  sampah yang tercecer, hingga material proyek. Kebayang, jika mereka semua hinggap di wajah terus ketemu keringat dan make-up? Wajah bakal terlihat kotor, terasa lengket, dan bila tidak segera dibersihkan akan menghasilkan jerawat. Males banget, kan, kalau urusannya sama jerawat?

Untungnya ada Garnier Skin Naturals Duo Clean Grape Extract dan Lychee Essence. Bahan alami (nature-based) grape extract dan lychee essence mampu membersihkan wajah dari debu yang mengganggu. Di samping kemampuannya merontokkan debu dari wajah, kandungan antioksidan-nya akan mengembalikan kesegaran sekaligus mencerahkan kulit.

Varian Produk Garnier Duo Clean
Foto: Dokumentasi Pribadi Ratri Puspita

Mudah saja mengaplikasikan Garnier Skin Naturals Duo Clean Grape Extract dan Lychee Essence ke wajah. Basahi wajah lebih dahulu, tuang duo foam Garnier Duo Clean secukupnya pada telapak tangan, usap ke wajah, urut pakai jari, lalu bilas dengan air hingga bersih. Gampang, kan?
Nah, dengan adanya Garnier Duo Clean, tiada hambatan untuk melakukan outdoor activity. Duet grape extract dan lychee essence-nya bikin wajah jadi "cling". Biar banyak debu terbang ke sana ke mari, asalkan ada Garnier Duo Clean si duet cling, kondisi wajah aman terkendali. Sudah coba Garnier Duo Clean?  

Bersama Garnier Duo Clean Grape Extract dan Lychee Essence
Foto: Dokumentasi Pribadi

Kalau Nggak Ada Kamu, Aku Bisa Mati Kutu

13 comments
Tiap kali bepergian, baik di dalam kota maupun ke luar kota, saya nggak boleh lupa bawa mereka yang biasa masuk ke dalam tas slempang. Barang-barangnya kecil, tapi penting. Empat item aja, tapi kalau ketinggalan salah satu bikin mati kutu. Jadinya yang nggak boleh-pantang-jangan sampai ketinggalan. Here they are...

Tas Slempang Saya. Merknya Sengaja Ditutupin Pakai Koyo. :D
Foto: Dokumentasi Pribadi


1. Koyo
Body sticker
yang satu ini wajib diangkut pas traveling. Kalau punggung, lengan, betis atau telapak kaki mulai bermasalah, koyo-lah penyelamatnya. Rasanya yang hangat bikin saya bisa terus beraktifitas meski tak enak badan. Menempel koyo di badan semalaman bisa bikin tidur nyenyak. Bila di perjalanan merasa pusing atau mual akibat mabuk darat, koyo bisa membantu meredakan sakit kepala dan mengurangi mual (ditempel di pusar, leher atau pelipis).

Satu kesalahanku waktu traveling ke Jakarta November lalu, saya lupa bawa koyo. Lupa banget! Hanya karena melihat isi tas slempang sudah penuh terisi, meyakinkanku bahwa tak ada lagi benda yang harus dimasukkan. Baru sadar tidak bawa koyo ketika sudah berada di dalam kereta api. Untung minyak kayu putihnya keangkut. Si minyak kayu putih bisa substitute peran si koyo sementara waktu.

Koyo Andalanku
Sempat Ganti Merek, Tapi Balik Lagi :D
Foto: Dokumentasi Pribadi

2. Minyak kayu putih
Minyak kayu putih yang kerap kubawa ke mana-mana berupa kemasan botol plastik ukuran 60ml. Meskipun bukan berasal dari Ambon, aroma dan hangatnya kurang lebih sama, kok. :)

Minyak kayu putih ini berguna sangat. Di dalam perjalanan menuju Jakarta, di dalam kereta yang melaju kencang dan jarang berhenti, beberapa kali kubalurkan cairan bening Cajuput Oil itu ke badan untuk menghalau serangan dingin yang berasal dari AC split ganda yang berada di atas kepala.

Minyak kayu putih pula yang bakal kuendus-endus kalau mulai kliyengan atau mencium aroma yang bikin mual.

Minyak Kayu Putih
Foto: Dokumentasi Pribadi



3. Meteran baju atau Pita meter 

Buat apa bawa meteran baju segala??? Adakah yang bertanya-tanya seperti ini?

Tiap ada kesempatan ke luar kota, hunting pernak-pernik jadi agenda sampingan yang nggak boleh terlewat. Biasanya, sih, beli baju atau jam tangan. Nggak cuma buat diri sendiri, saya juga hunting untuk memenuhi titipan saudara. Nah, daripada terlanjur kebeli ternyata nggak muat di badan, dipakailah meteran baju untuk mengukur. Meteran baju juga bisa dipakai seandainya ada pakaian yang tidak boleh dicoba di toko, seperti kaus atau spandex yang rentan melar bila dicoba berkali-kali (tanpa dibeli).

Sebelum punya sendiri, saya kerap bawa meteran baju milik keluarga yang biasa ditempatkan di laci mesin jahit lawas milik eyang. Biar bisa dibawa ke mana mana tanpa ada yang merasa kehilangan, saya pun membeli sendiri meteran 150 sentimeter warna biru (warna kesukaan saya) di toko kerajinan tangan.


Meteran biru tersebut, dalam perjalanannya, telah melanglang buana ke berbagai tempat. Dia sudah dipakai untuk mengukur lingkar badan saya dan ibu, serta lingkar tangan bibi.


Saat dikeluarkan di hadapan penjual jam di pusat grosir jam di Jakarta, penjualnya excited banget. Nggak mengira kali ya, meteran yang biasa ditemukan di tukang jahit baju, kini ada di hadapannya, dipakai untuk mengukur lingkar jam tangan dagangannya. Hahaha.

Meteran Baju Warna Biru :)
Foto: Dokumentasi Pribadi

4. Masker sekali pakai
Penting bagi saya untuk memakai masker akibat polusi dan buruknya kualitas udara yang sangat tidak baik untuk kesehatan. Belum lagi kalau di sekitar saya ada yang merokok, flu atau batuk-batuk. Memakai masker menjadi salah satu cara saya menghindari masuknya penyakit ke dalam tubuh. Pun, ketika saya tengah sakit flu atau batuk, saya mencegah beredarnya penyakit flu tersebut ke orang lain di sekitar saya. Kita semua maunya tetap sehat, kan?

Terakhir, saya beli masker multifungsi paket isi 5 pcs warna abu-abu di sebuah apotek di kawasan Ahmad Jazuli. Belum beli lagi lantaran ibu saya baru membeli dalam jumlah yang cukup untuk sekeluarga. Nyetok biar kalau dibutuhkan sewaktu-waktu nggak gedubrakan.



Masker Multifungsi
Wajib Dipakai Kalau Berkegiatan di Luar Ruang
Foto: Dokumentasi Pribadi


Kalau tiada mereka di dalam tas, bisa-bisa saya mati kutu dan bete to the akut. Kegunaannya telah menyelamatkan hidup saya *lebay*. Mau di dalam kota, luar kota atau ke ujung dunia sekalipun, keempat barang tersebut akan selalu ada di dalam tas saya. Mana yang lebih penting? Semuanya penting!

We are soulmate, we are connected.