Asus Zenpower, Powerbank 10050 Seukuran Kartu Kredit

23 comments
Pernah saya jumpai, dalam sebuah acara di kampus, ada handphone tergeletak di lantai dengan kabel charger menjulur menuju colokan listrik. Ternyata pemiliknya lagi numpang nge-charge. Rupanya nge-charge telah menjadi suatu kebutuhan agar handphone selalu "on", apalagi kalau handphone-nya tergolong smartphone yang memiliki segudang kemampuan, mulai dari kemampuan dasarnya sebagai alat komunikasi hingga kebisaan yang sifatnya meng-entertain

Kebutuhan selalu "on" bahkan sampai dibawa ke ranah bisnis. Demi customer satisfaction, katakanlah demikian. Wujudnya dapat dijumpai pada salah satu pusat perbelanjaan yang berlokasi di Kabupaten Sleman, DIY. Tak ingin pelanggan ngacir hanya karena battery handphone mulai low, pihak pengelola pusat perbelanjaan menghadirkan battery charging room di salah satu sudut bangunan. Namun, kebiasaan numpang nge-charge agaknya sudah mulai meredup sejak beredarnya alat bernama power bank. Kini, para pemilik handphone, apalagi handphone pintar, telah melengkapi pirantinya dengan power bank yang berfungsi laiknya penyambung nyawa.


Battery Charging Room
di Salah Satu Pusat Perbelanjaan
Foto: Dokumentasi Pribadi

Seiring melambungnya ketenaran power bank, kini, di pasaran, mudah ditemui beragam brand power bank dan kapasitasnya. Di sebuah situs belanja online, misalnya, ditawarkan power bank berkekuatan 2600 mAh sampai yang terbesar 25000 mAh. Model dan pilihan warnanya pun tak kalah bervariasi. Ada yang tampilan fisiknya sederhana, hanya memenuhi fungsinya sebagai penyimpan daya, tetapi ada juga yang fancy sehingga membuat pemakainya terlihat gaya. Pokoknya, konsumen tinggal pilih saja sesuai selera dan  kebutuhan. 

Bagi saya pribadi, peran power bank sungguh terasa ketika saya harus selalu online. Di saat kebutuhan untuk selalu terhubung dengan gadget lumayan tinggi, power bank hadir bila tiba-tiba handphone mengalami defisit energi saat mobile atau ketika listrik padam. Makanya, power bank diupayakan full selalu supaya siap sedia memberi suplai energi. Di manapun dan kapan pun.

Power bank pertama yang saya miliki dayanya cukup kecil, 3500 mAh dan hanya dipakai sebentar. Power bank tersebut telah rusak dengan tanda fisik menggembung. Sayang, ya, baru sebentar dipakai sudah musti dikandangin, masuk lagi ke dalam dus kemasannya. Selama power bank rusak dan belum beli gantinya, saya pun kembali ke kebiasaan semula: bawa-bawa charger. Kalau tak ingin bawa charger, saya harus disiplin nge-charge biar nggak pontang-panting memburu colokan listrik di public area. Setelah beberapa waktu hidup tanpa power bank, kini saya sudah dapat gantinya. Power bank kedua milik saya keluaran ASUS yakni Zenpower 10050 mAh Sheer Gold.

ASUS Zenpower 10050 mAh
Menyebut nama ASUS, pastilah timbul dugaan, jangan-jangan power bank tersebut made in perusahaan Taiwan yang selama ini bergelut di bidang IT. Dugaan Anda tepat sekali! Zenpower memang keluaran ASUS, top 2 world class IT company, yang selama ini kita kenal dengan produk notebook, netbook, tablet, PC desktop, server, perangkat jaringan, motherboard, dan yang paling kekinian smartphone-nya. Hadirnya Zenpower dimaksudkan untuk menyediakan produk berkualitas sekaligus menawan, pelengkap produk smartphone dan tablet.
 
Dibanderol pada harga Rp269.000, paket penjualan Zenpower terdiri atas perangkat power bank, kabel USB konektor, buku manual, dan kartu jaminan (menempel di box kemasan). Pertama kali unboxing, perangkat power bank dibungkus plastik transparan sehingga tetap mulus sampai ke tangan end user. Selain Sheer Gold seperti milik saya, tersedia 4 macam pilihan warna lain yang seluruhnya eye catching: Osmium Black, Glamor Red, Azure Blue, dan Brilliant Silver. Sebagai asesoris tambahan yang berfungsi sebagai antilecet, ASUS menyediakan bumper berbahan karet, sewarna dengan perangkat power bank. Waw, bisa dimatchingin, dong!

Pilihan Warna ASUS Zenpower
Gambar: Pinjam dari Sini

Kapasitas Zenpower dari ASUS
Foto: Dokumentasi Pribadi
Kabel USB Konektor Bawaan ASUS Zenpower
Foto: Dokumentasi Pribadi
Buku Manual ASUS Zenpower
Foto: Dokumentasi Pribadi


Kartu Jaminan ASUS Zenpower
Foto: Dokumentasi Pribadi
Spesifikasi ASUS Zenpower
Sumber: ASUS
Dari "Zen" Spirit ke Zenpower
Sempat timbul tanya kenapa diberi nama Zenpower, mengingatkan pada Zenfone (smartphone) dan ZenBook (notebook)? Pertanyaan mulai terjawab lewat pemahaman "Zen Spirit" pada produk ZenBook, yakni energy life. Dan energi life itu tertuang dalam bentuk harmonisasi antara inovasi, seni, dan teknologi. Seperti apa wujud harmonisasi antara inovasi, seni, dan teknologi Zenpower? Mari kita bongkar satu demi satu.


a. Seni (Art)
Sejalan dengan Zen Spirit yang diusung ASUS, Zenpower didesain dengan mempertimbangkan unsur art di dalamnya. Casing Zenpower, yang terbuat dari alumunium ringan, diberi lapisan anodisasi sehingga tampak berkilau dan mulus saat dipegang.

Supaya tidak terkesan "plain", ditambahkan logo ASUS pada salah satu sisinya. Cetakan "ASUS"nya cukup mini, tapi, saya yakin, dengan kekuatan brand-nya, mau sekecil apapun, publik sudah pasti kenal. Oh, iya, walaupun belum dipasangi bumper, Zenpower saya sudah terlihat elegan dan berkelas! Cocok sama selera saya yang menyukai piranti sederhana, tidak terlalu banyak detail, tapi kelihatan "mahal". 

Tampak Depan ASUS Zenpower Sheer Gold. Masih Terbungkus Plastik
Foto: Dokumentasi Pribadi

ASUS Zenpower Sheer Gold Tampak Belakang. Polos, Tetapi Elegan
Foto: Dokumentasi Pribadi

b. Inovasi (Innovation)
ASUS mengklaim bahwa Zenpower bikinannya merupakan power bank seukuran kartu kredit. Saya mencoba membandingkankan ukuran Zenpower Sheer Gold saya dengan kartu kredit kepunyaan kakak (hasilnya bisa dilihat di bawah ini). Berdimensi selebar kartu kredit, yakni 90,5 x 59 x 22 mm, menjadikan Zenpower begitu ergonomis. Body-nya compact (bisa masuk ke dalam kantong) dan ringan (mudah dibawa ke mana-mana). 

Tidak hanya berinovasi pada dimensi, ASUS juga berinovasi pada baterai Zenpower dengan menanam Japanese Lithium-ion Rechargable Cell, dengan rated capacity sebesar 3.6V/10.050mAh. Sel baterai premium keluaran Panasonic Jepang tersebut dipercaya memiliki keunggulan mampu melakukan ultra fast charging (silakan scroll down, untuk cek hasil uji coba saya).  

Perbandingan Antara ASUS Zenpower dengan Kartu Kredit
Foto: Dokumentasi Pribadi

c. Teknologi (Technology)
Telah saya ungkapkan sebelumnya, bahwa power bank pertama saya usianya pendek, tidak melebihi 2 tahun pemakaian. Saya pun tidak serta merta membeli power bank baru, meskipun banyak tawaran menarik, karena alasan selektif. Berbekal pengetahuan terbatas soal power bank, jeda waktu yang dipunya digunakan untuk mencari tahu power bank yang berkualitas dan awet.

Perjumpaan dengan ASUS Zenpower membawa saya pada pemahaman bahwa power bank tidak sekadar berfungsi sebagai baterai cadangan semata. Keberadaan power bank membawa pengaruh bagi smartphone yang terkoneksi dengannya. Power bank berkualitas buruk bisa merusak smartphone. Maka daripada itu, sebelum memutuskan membeli power bank, jangan hanya memerhatikan merk dan kapasitas, apalagi bentuknya yang lucu. Satu hal penting, yang wajib diketahui oleh calon konsumen adalah fitur pengaman dan standar keselamatan agar terhindar dari risiko yang merugikan pemakai di kemudian hari.

Zenpower telah dibekali 11 fitur pengaman yang dipercaya mampu melindungi perangkat power bank beserta smartphone pemakainya. Pun telah mengantongi 6 sertifikat standar keselamatan internasional. Itu artinya, dengan 2 keunggulan yang dimiliki Zenpower, konsumen akan beroleh 2 keuntungan pula, yakni power bank-nya sendiri awet, smartphone apalagi, akan terhindar dari kerusakan fatal. Berikut saya jabarkan 11 fitur pengaman dan 6 sertifikat standar keselamatan internasional yang disandang Zenpower.

11 Fitur Pengaman Zenpower
1. Temperature protection: menjaga suhu baterai lithium dari efek panas
2. Short circuit protection: detektor pencegah korsleting
3. Reset protection: proteksi yang terdapat pada tombol power untuk mereset power bank bila bermasalah
4. Input over voltage protection: pendeteksi input tegangan yang berlebih
5. Output over voltage protection: pendeteksi output tegangan yang berlebih
6. Input reserve direction protection: indikator peringatan bila kabel charger terhubung ke input dan output sekaligus
7. Over charge/over discharge protection: fitur untuk mematikan proses pengisian saat daya sudah penuh
8. Output over current protection: fitur untuk menghentikan arus output yang tidak normal (fluktuasi)
9. Cell PTC protection: fitur pendeteksi suhu baterai
10. Adapter protection: Perlindungan terhadap konektor atau kabel dari Asus Powersafe Technology sehingga aman selama charging
11. JEITA protection: teknologi yang mampu memonitor perubahan suhu dan menyesuaikan arus listrik sehingga Asus Zenpower 1,8 kali lebih awet dibanding power bank lainnya.

6 Sertifikat Standar Keselamatan Internasional
1. CE: sertifikat yang menyerupai sertifikat FCC Declaration of Conformity yang diberlakukan terhadap peralatan elektronik yang beredar di Amerika
2. UL: hasil uji telah disetujui oleh Worldwide Safety Consulting and Certification Amerika dengan uji keamanan oleh agen federal AS Occupational Safety and Health Administration
3. CB: sertifikat yang diberikan oleh produk elektronik yang diizinkan beredar di pasar sesuai kesepakatan yang diberlakukan bersama oleh IEC CB (Uni Eropa)
4. EAC: peredaran Zenpower telah sesuai dengan peraturan dan prosedur penilaian yang diterapkan oleh Bea Cukai Uni Eurasia
5. TISI: sertifikasi produk yang menyatakan bahwa Zenpower lolos sistem kontrol kualitas sesuai standar Industri Standards Institute Thailand
6. BSMI: sertifikat yang dikeluarkan oleh Biro Standar, Metrologi dan Inspeksi di bawah Kementerian Perekonomian Taiwan 

Hasil Pemakaian Asus Zenpower

a. Pre-Charging 
1. Tujuan: untuk menguji kemampuan ultra fast charging
2. Uji coba charging menggunakan handphone ASUS Zenfone 5, brightness sedang, smart saving mode on, mobile data off, wifi on (wifi tidak stabil)
3. ASUS Zenfone 5 hanya dipakai untuk charging, tidak dipakai bersama aktifitas lain seperti telepon, browsing, chatting, transfer data atau aktifitas lain yang berhubungan dengan mobile activities

b. Proses Charging dari Power Bank ke Smartphone
1. Pertama kali dinyalakan, lampu indikator yang menyala ada 2 dan berwarna putih.
2. Mulai dipakai charging jam 12:56 dengan sisa baterai di dalam smartphone 59%
3. Waktu dan peningkatan jumlah daya (dalam persen)

13.00 > 60%
13.01 > 61%
13.03 > 62%
13.04 > 63%
13.05 > 64%
13.08 > 65%
13.12 > 67%
13.14 > 68%
13.15 > 70%
13.16 > 71%
13.18 > 72%
13.21 > 73%
13.22 > 75%
13.23 > 76%
13.27 > 78%
13:28 >79 %
13:30 > 80%
13:32 > 81%
13:34 > 82%
13:37 > 83%
13:40 > 84%
13:44 > 85%
13:46 > 87%
13:47 > 88%
13:50 > 90%
13:51 > 91%
13:53 > 92%
13:54 > 93%
13:54 > 94% (kemungkinan saya salah tulis , seharusnya 13:55)
13:56 > 95%
13:57 > 96%
13:58 > 97%
14:00 > 98%
14:02 > 99%
14:12 > 100%

Perhitungan sederhana: 
12:56 > 59%
14:12 > 100%

100% - 59% = 41%

4 menit + 60 menit + 12 menit = 76 menit

Dibutuhkan waktu 76 menit untuk charging 41%

Bila menginginkan full charging dengan kondisi sisa baterai 0% dibutuhkan waktu
100% : 41% x 76 menit = 185.363 menit
185.363 menit : 60 menit = kurang/lebih 3 jam 6 menit

ASUS Zenpower Lagi Action Mengisi Daya Saudara Sekandungnya, ASUS Zenfone 5
Foto: Dokumentasi Pribadi

c. Proses Charging Zenpower
Untuk pengisian kembali Zenpower, bisa memakai adaptor. Bila memiliki Zenfone, charger-nya bisa dipakai untuk isi ulang power bank. Saya memanfaatkan charger bawaan Zenfone 5, yang memiliki spesifikasi sebagai berikut, untuk isi ulang power bank .

ASUS AC Adapter
Model: PA-1070-07
Input: 100-240V ~ 0,25A 50/60Hz
Output:  5,2 V 1,35A 

- Mulai charging jam 12:19. 
Kondisi: 2 lampu LED indikator menyala, 1 berkedip. 
- Cek jam 18:01
Kondisi: 3 lampu LED indikator menyala, 1 berkedip
- Cek jam 19:04
Kondisi: 4 lampu LED indikator menyala semua, 0 berkedip
Full charging
Body tidak panas sama sekali

Result-nya adalah proses isi ulang Zenpower butuh waktu sekitar 7 jam-an.


Proses Pengisian Daya ASUS Zenpower
Jangan Khawatir Soket USB Bakal Kendor Akibat Sering Dipakai.
ASUS Telah Melakukan Serangkaian Uji Coba Terhadap Soket Sehingga Diklaim Awet Digunakan Hingga 4,5 Tahun
Foto: Dokumentasi Pribadi

Isi Ulang ASUS Zenpower Bisa Menggunakan Kabel Charger ASUS Zenfone 5
Foto: Dokumentasi Pribadi

d. Pengujian berapa kali charging
Berdasar informasi tertulis yang dirilis pihak ASUS, Zenpower bisa dipakai untuk isi ulang daya ASUS Zenfone 5 lebih dari 3 kali, Zenfone 6 dan Zenfone 2 lebih dari 2 kali. Di dus-nya pun tercetak bahwa Zenpower bisa digunakan untuk charging Zenfone2 over 2 times. Berhubung saya hanya memiliki Zenfone 5 dan Samsung Galaxy S5, maka uji coba kali ini hanya melibatkan kedua smartphone tersebut.

Sabtu, 1 Agustus 2015, saya mulai pengujian dengan mengisi penuh energi Zenpower. Statement "penuh" atas perangkat Zenpower didasarkan pada nyala 4 lampu indikator LED warna putih.

Pengisian daya Zenpower dimulai 1 Agustus 2015 jam 13:42 (kondisi 2 lampu indikator LED menyala, 1 berkedip) sampai 1 Agustus 2015 jam 20:56. Kabel konektor yang digunakan adalah charger bawaan smartphone Zenfone 5. Setelah full charge, Zenpower tidak langsung digunakan untuk charging smartphone.

Keesokan harinya, Minggu 2 Agustus 2015, barulah Zenpower digunakan untuk charging.
 

Catatan: 
1. Saat digunakan, 4 lampu LED indikator berkedip
2. Pengukuran waktu berdasar jam smartphone masing-masing

Uji coba pertama
1. Smartphone: Samsung Galaxy S5
2. Mulai isi daya 11:07. Sisa baterai di dalam smartphone 9%
3. Cek I: Jam 12:02 > 55%
Cek II: Jam 12:57 > 98%
Cek III: Jam 13:06 > 99%
Cek IV: 13:12 > 100%
Lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 100% (perolehan 91%)= 13:12-11:07= 2 jam 05 menit

Uji coba kedua
1. Smartphone: ASUS Zenfone 5
2. Mulai isi daya 15:13. Sisa baterai di dalam smartphone 13%
3. Cek I: Jam 16:25 > 50%
Cek II: Jam 16:26 > 52%
Cek III: Jam 17:27 > 100%
Lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 100% (perolehan 87%)= 17:27-15:13= 2 jam 14 menit

----------------------------------- Lampu Berkedip: 3 ---------------------------------------------

Senin, 3 Agustus 2015, Zenpower sama sekali tidak digunakan, baik untuk charging atau isi ulang energi.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selasa, 4 Agustus 2015, power bank dipakai untuk charging. Sisa lampu LED indikator yang berkedip 3

Uji coba ketiga
1. Smartphone: Asus Zenfone 5
2. Mulai isi daya 16:23. Sisa baterai di dalam smartphone 12%
3. Cek I: Jam 17:29 > 48% (lampu berkedip 2)
Cek II: Jam 18:07 > 72%
Cek III: Jam 18:48 > 96% (proses charging terhenti, karena smartphone digunakan tanpa terhubung ke power bank)
4. Proses charging dilanjutkan jam 19:21 dengan sisa baterai 93%
Cek I: Jam 20:00 > 100%

Lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 100% (perolehan 88%)= 20:00-16:23= 3 jam 37 menit

Catatan:
Hasil perhitungan 3 jam 37 menit dengan mengabaikan proses charging yang sempat terhenti. 

----------------------------------- Lampu Berkedip: 2 ---------------------------------------------

Rabu, 5 Agustus 2015, Zenpower digunakan untuk charging dengan nyala lampu indikator 2

Uji coba keempat
1. Smartphone: ASUS Zenfone 5
2. Mulai isi daya 19:02. Sisa baterai di dalam smartphone 12%
3. Cek I: Jam 19:32 > 31% (lampu berkedip 1)
Cek II: Jam 21:08 > 97%
Proses charging terhenti, karena lampu LED indikator power bank mati semua. Saat  konektor dicabut, baterai pada smartphone menunjukkan 98% pada jam 21:10
Charging hanya mencapai 98% (perolehan 86%)

Lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 98% (perolehan 86%-sampai energi Zenpower habis)= 21:10-19:02= 2 jam 8 menit
 
----------------------------------- Kesimpulan ---------------------------------------------
Zenpower, yang terisi penuh dengan tanda 4 lampu LED indikator menyala semua, dapat digunakan untuk charging sebanyak 4 kali. Tiga kali charging mencapai 100% pengisian dengan angka perolehan berbeda-beda, sedangkan 1 kali charging hanya mencapai 98% karena habis energi.

Berikut catatan saya selama pemakaian ASUS Zenpower 10050 mAh
1. Body-nya handy, pas digenggam sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Saat menggenggam ASUS Zenpower dan ASUS Zenfone 5 bersamaan di tangan kiri, saya tidak merasa kesulitan apalagi kerepotan.
2. Memiliki empat sudut lengkung (rounded corners) menjadikan tidak ada bagian sudut yang berpotensi menimbulkan luka gores bagi pemakainya (tanpa bumper pelindung), apalagi bila Zenpower dipegang oleh anak-anak.
3. Terbuat dari aluminium, body Zenpower terasa mulus saat dipegang. Bila terkena goresan kuku, tampaknya tidak akan menyisakan bekas (Zenpower saya tidak dilapisi bumper).
4. Zenpower, yang sampai saat ini tidak dilapisi bumper, belum pernah jatuh sehingga saya belum mendapat pengalaman mengenai body aluminium lolos dari baret karena jatuh di lantai atau di atas bidang yang permukaannya kasar seperti jalanan.
5. Kabel USB konektor, penghubung antara Zenpower dengan smartphone terpasang kuat dan tidak mudah goyang.
6. Kabel USB konektor Zenpower berwarna putih dengan panjang (dari ujung kepala ke ujung kepala) 17,7 cm. Tatahan "ASUS" (semuanya huruf kapital) pada salah satu bagian kepalanya menjadi semacam identitas keaslian part dan bisa mengurangi risiko tertukar dengan kabel USB konektor yang bukan bawaan Zenpower. Secara fisik, kabel bawaan tergolong pendek, tetapi saat digunakan mengisi daya smartphone secara mobile, ternyata panjangnya pas, tidak nyerimpet.
7. Hasil penimbangan:
a. Berat total keseluruhan (perangkat Zenpower + kabel USB konektor + buku manual + kartu jaminan + kotak kemasan) 250 gram, 
b. Berat produk saja 210 gram (terdapat perbedaan antara hasil timbangan saya dengan hasil timbangan Asus, yakni 215 gram-selisih 5 gram)
8. Buku manual atau user manual berukuran kecil, kira-kira seukuran box kemasan power bank, tapi memuat informasi cukup lengkap seputar tata cara pemakaian power bank. User manual yang disertakan di dalam box power bank milik saya edisi pertama Maret 2015.

Disajikan dalam 16 bahasa, user manual menginformasikan fitur produk, (cara) mengisi daya power bank, (cara) menggunakan power bank, komponen dan indikator LED (indikator pengisian daya power bank dan indikator pengisian daya perangkat menggunakan power bank), spesifikasi produk, serta informasi keselamatan. Dan sebagai bagian dari layanan purna jual, kartu jaminan memuat formulir informasi jaminan ASUS, peraturan tertulis jaminan purna jual produk, berikut daftar alamat service center di Indonesia.
9. Indikator yang melalui jumlah lampu menyala sehingga tidak bisa diketahui berapa % persisnya energi di dalam perangkat power bank berkurang.
10. Untuk pengisian energi, saya menggunakan charger bawaan Zenfone 5 berkapasitas 1,5VA. Waktu yang diperlukan untuk melakukan pengisian sampai full sekitar 7 jam-an. Adapun menurut ASUS, proses pengisian kembali Zenpower dapat memakai kabel kapasitas 2 VA dan 2,5VA. Bila user memakai kabel 2 VA, waktu yang diperlukan sekitar 6 jam, sedangkan bila pakai 2,5VA, waktu yang dibutuhkan 5 jam. Dapat ditarik kesimpulan, makin tinggi angka VA-nya, makin cepat waktu pengisian Zenpower.
11. Masukan: untuk inovasi berikutnya, ASUS bisa pasang layar indikator untuk menunjukkan full/belumnya power bank dan jumlah energi yang masih tersimpan. 

Angka Timbangan Menunjukkan Angka 210 Gram
Foto: Dokumentasi Pribadi

Berat Total 250 Gram
Foto: Dokumentasi Pribadi


Demikian hasil pemakaian dan uji coba saya terhadap ASUS Zenpower Sheer Gold 10050 mAh. Semoga Zenpower selalu menjadi energy life yang menghidupkan smartphone saya juga Anda. Sssttt, Zenpower juga bisa untuk menyalakan LED USB Portable Light lho! So, kalau kebetulan listrik padam mulai sore hingga malam hari dan hanya memiliki LED USB Portable Light plus Zenpower, sambungkan saja dan jadilah penerangan sementara. Multifungsi, kan?

Informasi lengkap mengenai ASUS Zenpower dapat membuka laman

ASUS Indonesia
ASUS Global

Lokasi penjualan silakan cek di ASUS STORE LOCATOR

Catatan penulis:

Artikel review ini ditulis berdasar pengalaman pribadi memakai produk tersebut ditambah referensi dari ASUS.

23 komentar:

  1. iya aku juga pake ini lumayannnn bangettt ngecashnya juga cepettt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Puas pokoknya. Zenpowerku gak bisa nganggur selama ada isinya. Habis colok ke hape yang satu, penuh, langsung bertugas ke hape lainnya. Bisa leyeh-leyeh kalau isinya dah habis. Hahahah...

      Hapus
  2. Saya juga puas dengan kinerja power bank asus ini Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Mantaplah punya Zenpower. Fisiknya mini, tapi dayanya maksi. :)

      Hapus
  3. saya juga pake yang ini. Awet banget ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama pemilik dan pengguna Zenpower ya.
      Mudah-mudahan milik saya seawet punya Mbak Chi :)

      Hapus
  4. Ya ampun tertarik banget sama powerbank ini :O

    BalasHapus
  5. Terima kasih reviewnya mbak :D

    BalasHapus
  6. Saat digunakan untuk isi daya handphone, 4 lampu led zenpowernya berkedip kedip ya mbak ? Yang saya baca di buku panduan jika 4 lampu led berkedip artinya ada masalah ya mbak? Thx

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  8. Kmrin sy bli power bank asus tgl 16 feb 16.. Sy cahrger slama 8 jam dg chargr asus 2a, tpi gk da pningkatan led yg mnyala tetap 2. Mhon ptunjuk

    BalasHapus
  9. reviewnya komplit plit plitt.. diendorse kah si pemilik blog ini hhe.

    sabtu beli.. yg 10rebu warna item.. pas dipegang kok agak "berat" jg ya dibanding pbank sjenis... mungkin gara2 alumunium bodynya yg bikin berat.

    ini sya lg ngecas dr jam 1 masih 1 blink2 aja pbank nya.. apa normal? atau mungkin ada kesalahan ?


    Trims

    BalasHapus
  10. Mbak Ratri... Blogger sejati. Keren abis... Lengkap komplit. Hehe... Harus banyak belajar dari mbak nih. Mata saya sakit bacanya lewat hp. Tapi sebandinglah dengan ilmu yang mbak kasih. Terima kasih untuk reviewnya.

    BalasHapus
  11. Wew Review nya mantap kek penelitian Skripsi bisa nih. wakakaka

    Luar biasa mantap.

    BalasHapus
  12. Saya ngecharge dr jam 12 siang smp skrg (jam.4) kok lampu 2 nyala lampu ke-3 kedip2..apa itu wajar ya?

    BalasHapus
  13. Kalo ngecharge ZenPower ga ada peningkatan, bisa unplug kabel ya sekitar 1 menit trus colokin lagi ke ZenPower. Biasanya kalo ga naik pengisian ada masalah sama charger, jadi ibaratnya ZenPower ini memproteksi dirinya sendiri. Thanks

    BalasHapus
  14. kalo saat hp telah terisi penuh,zenpower ini otomatis berhenti ngcas tidak? mohon jawabannya kawan2, krna saya sdng mencari referensi powerbank,trmakasih

    BalasHapus
  15. Asus zenpower saya kenapa mati total ya 1 minggu ga dipake asalnya full ada yg tau caranya ? Pdahal ga jatoh sama ga kena air

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Saya isi zenpower dr 0 sampe full koq cuma 4jam ya.. Pake kepala adaptor zen 3 5,2 inch n dipake jga satu kali isi ze520kl udah 2 lampu berkurang... Apa ada yg aneh dg zenpower saya?

    BalasHapus
  18. Bagai mana cara bongkar powerbank asus 10050mah ya mau benerin cop yg kecil lepas mohon babtuan.
    Wa saya 08180==

    BalasHapus