Mea Maxima Culpa

1 comment
Duh, Gusti, aku tidak sanggup berjalan lebih jauh lagi. Pikulan ini teramat berat
Buatku sakit, pedih, sedih, susah melangkah
   hingga 'ku hanya berulangkali menangis
Air mata tak lagi menitik, tapi menderasi wajah dan tubuh

Sesak rasanya sampai 'ku tak tahu harus berbilang apa lagi?
Berkali kumengeluh, tetapi Engkau terus saja berkata, "Kamu masih sanggup."
Ingin terus berdekatan denganMu dan mencurahkan seluruh rasa yang ada di diriku
Aku lelah...

Duh, Gusti, tiada mampu melupakan segala yang pernah terjadi
Tidak mudah kuhapus yang datang dan biarkan pergi tanpa kaukehendaki
Seakan sgalanya tuntas Kautulis dengan tinta abadi
KaryaMu membentuk benang bundet di dalam kepalaku

Inginku, segera mengemasi lalu mengembalikan kepadaMu. Dan lahirlah kelegaan.
   -Horayyyy! Hidupku kembali damai, aman, tenang, sentosa-
Aku tak sanggup berlama-lama lagi. Tak sanggup. Tak bisa... Lekaslah semua berlalu daripadaku...
Tersingkirlah yang menjadikanku terluka

Duh, Gusti, bila Kaubiarkan lebih lama lagi, tidak hanya menyakitiku, tidak cuma melukaiku,
   tapi juga 'kan mendorongku ke dalam dosa. MEA MAXIMA CULPA
Duh, Gusti, cukupkan sampai di sini, ya... Sampun cekap
Kumohon dengan sangat dan sepenuh hati

Yogyakarta, 24 November 2015

1 komentar:

  1. jangan berputus asa... harus tetap yakin bahwa setelah hujan pasti ada pelangi.. dan setelah jalan panjang yang penuh onak dan duri pasti akan bertemu dengan jalan yang mulus dan lapang

    BalasHapus